Tentang 10 Nopember
...di tengah kota, kondisinya masih aman sampai sekarang...
Dibalik stigma garang, ternyata really humble person ya Pak Prabowo. Sama sekali gak tampak gesture beliau yang meremehkan si pewawancara, yakni Mas Bayu SKAK (SeKumpulan Arek Kesel), arek Malang lulusan SMEA Jl. Surabaya Malang, lanjut kuliah di IKIP Malang dan menjadi vlogger/youtuber, serta sebagai aktor utama film layar lebar serial 'Yo Wis Ben' besutan sutradara Fajar Nugros.
Menarik wawancara santai yang dilakukan sebagaimana dalam video ini perihal perlunya karya seni dengan sentuhan kreatif. Agar, budaya bangsa bisa lebih dikenal bahkan ditiru, lalu bisa berkembang menguntungkan sebagai buah intelektualitas asli.
Dalam bagian jelang akhir wawancara, ada niatan untuk produksi karya layar lebar tentang Perang Surabaya, 10 Nopember 1945
Menarik untuk mengulas balik sejarah peristiwa 10 Nopember 1945 itu sebagai perang sebenarnya yang melawan serdadu Inggris divisi India dan Netherlands Indies Civil Administration, NICA Belanda, ataukah peristiwa kerusuhan sosial massal, social mass riot, di kota Surabaya, waktu itu.
Suatu kerusuhan massal dampak dari gerakan 'Bersiap' oleh sebagian milisi pendukung Republik, terhadap warga Eropa khususnya Belanda dan keturunan Indo, di Surabaya.
Soalnya, menurut catatan sejarah yang dibilang Surabaya dibombardir darat, laut, udara oleh pasukan sekutu, tapi kok itu gedung-gedung lama peninggalan kolonial daerah kota Surabaya kayak di kawasan Jl Rajawali-Jembatan Merah, juga kawasan niaga Tunjungan di tengah kota, kondisinya masih aman sampai sekarang.
Sejauh ini, belum pernah ada ulasan mengenai catatan kegiatan pun dokumen terkait renovasi, perbaikan akibat bombardir berat atas kawasan tersebut, seperti ketika sekutu dan Rusia serang habis Berlin jelang kejatuhan Jerman pada Mei 1945.
Jika memang peristiwa 10 Nopember 1945 dan beberapa hari kemudian di Surabaya adalah peristiwa kerusuhan massal, bukan perang aksi militer antara pihak sekutu sebagai pemenang Perang Dunia Kedua dengan aparat bersenjata dan milisi Republik Indonesia sebagaimana seheboh dalam catatan sejarah buku-buku sekolah tentang peristiwa 10 Nopember 1945, maka sejarawan nasional perjuangan bangsa yang berkontribusi dalam penyusunan sejarah 10 Nopember 1945 di Surabaya, kudu bertanggung jawab.
Aparat Polisi Istimewa tengah bersiaga jelang 10 Nopember 1945 di Surabaya. Foto Sumber: Polisi Tempo Doeloe (FB).jpeg)
Komentar
Posting Komentar