Joker: Folie à Deux (2024) - Dunia Panggung Sandiwara
"...bisa menular kepada seseorang yang terobsesi padanya."
Demikian Ahmad Albar pernah bersenandung lirik lagu bermakna sangat dalam, yakni; Panggung Sandiwara.
Jalan hidup siapa yang bisa menduga? Lalu, banyak orang mengalihkan ketidakmampuannya menduga-duga jalan kehidupan, dengan cara laksana bersandiwara di atas panggung drama opera.
Semua yang akan bakal terjadi, masih menjadi not-not tangga nada dan kata-kata bakal syair yang akan terjalin menjadi simfoni yang sangat indah, ketika semuanya perjalanan itu benar-benar terjalani menjadi suatu tujuan akhir, sebuah takdir.
Lalu, Harley Quinn sosok wanita muda psikiater bernama asli Harleen 'Lee' Quinzel pun melantunkan takdir terbaiknya dalam suatu simfoni, agar Arthur Fleck sosok pria paruh baya yang menjadi pasien Lee merasa terhargai. Keduanya pun terajut oleh takdir sebagai sepasang kekasih sepanjang hayat dengan perasaan cinta mereka yang tiada pernah bertepi.
Tak hanya menyuguhkan jalinan asmara kisah dua insan yang memiliki perilaku psikologis luar biasa daripada kebanyakan orang, namun juga Joker: Folie à Deux (2024) menyuguhkan kisah drama psikologis mencekam, yang terbalut oleh tatanan musik dan tarik suara pada hampir sepanjang kisah.
Folie à Deux, satu istilah tentang bagaimana kondisi psikologi luar biasa dari seseorang, bisa menular kepada seseorang yang terobsesi padanya.
Film yang merupakan sekuel dari Joker (2019) ini nyaris ternilai sebagai drama musikal, dengan alur kisah yang lambat, mengaburkan pesan moral sebenarnya yang sesungguhnya pedih memilukan.
Termaknai sebagai pelarian psikologis mewakili ketidakmampuan si Harley Quinn dan si Joker dalam pergulatan mereka melawan takdir. Lalu, keduanya pun sepenuhnya menjadi pemeran utama di atas panggung sandiwara, yang semua orang sedunia melulu sebagai penonton tingkah polah mereka.
Dalam hal kisah yang menuturkan drama cinta dalam kemasan lebih kreatif dan cerah, maka The Fall Guy (2024) yang dibintangi oleh Ryan Gosling dan Emily Blunt, memiliki kualitas 3 hingga 5 kali lipat di atas Joker: Folie à Deux (2024).
Jadi, apakah Anda-Anda semua pada siap menikmati film drama psikologi unik beralur sangat lambat, gelap, dan mencoba menurutkan pergolakan batin yang sangat dalam?
Kalo saya lebih memilih kisah-kisah yang cerah, kreatif, tak linear dan ada sentuhan fiksi ilmiahnya.
Oh iya, kalo bisa ada adegan terkait urusan Kimia.
![]() |
Poster Joker: Folie à Deux (2024) - Sumber: All About Movies! |
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar