Menarik ketika Tuhan berfirman tentang diriNya sebagai "Kami" ...
Memaknai Keberadaan Sistem Ilahiah
Perilaku bagi sesama manusia dan semua makhluk ciptaanNya sedapat mungkin dalam tatanan saling memuliakan. Adapun hidup berdampingan dengan makhluk lainnya yang sama-sama ciptaan Tuhan, itu bisa disebut sebagai bagian dalam menghargai dan mengimani keberadaan Sistem Ilahiah.
Dalam perspektif Islam, maka bisa dimaknai bahwa mengacu Kalam-Kalam Ilahiah sebagaimana tergurat dalam Qur'an, maka keberadaan Tuhan disebut sebagai "Aku", "Kami", "Dia", "Tuhan/Rabb" dan "Allah".
Menarik ketika Tuhan berfirman tentang diriNya sebagai "Kami" atau “Nahnu" dalam bahasa Arab. Kata "Kami" dalam Quran yang menjadi kata ganti menyebut Tuhan, itu benar-benar bermakna jamak. Bukan seperti bahasa Indonesia yang jika menyebut 'kami', itu bermakna merendahkan posisi, bertutur sopan, being humble.
Kata "Nahnu" / "Kami" dalam Qur'an itu yang paling banyak disebut sebagai pemaknaan terhadap keberadaan Tuhan, beserta SistemNya, yang melibatkan makhluk-makhluk ciptaanNya yang terpilih. Yakni terutama para malaikat, sosok makhluk ciptaan yang paling patuh dan selalu bertasbih padaNya.
Hanya saja, manusia itu memang makhluk ciptaan paling mulia. Oleh karenanya, malaikat pun bersujud, dalam pengertian hormat, pada manusia.
Kata "Kami" yang termaknai sebagai kata jamak, dalam Qu'ran itu sekaligus termaknai sebagai satu kesatuan Sistem Ilahiah. Dalam konteks bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendakNya.
Seperti ungkapan Bismillahirrahmanirrahim...
"Kami" Yang Termaknai KeEsaan
Jadi, memang unik itu makna kata "Nahnu" / "Kami" yang seolah jamak namun termaknai sebagai keEsaan Tuhan.
Ayat-ayat surah-surah dalam Qur'an yang menjelaskan tentang;
- Terjadinya hujan,
- Ditiupnya ruh kedalam jasad manusia,
- Penciptaan alam semesta beserta 7 lapis langit di dalamnya, selama 6 masa,
- Suratan takdir seisi alam semesta yang tergurat dalam kitab nyata, Lauhul Mahfuz,
- Terciptanya manusia berpasangan pria dan wanita agar berkasih sayang dengan tentram,
- Terciptanya manusia berbangsa-bangsa agar saling mengenal,
- Keberadaan surga dan neraka,
maka itu semua dalam tatanan kata "Kami" yang menunjukkan Tuhan bekerja dengan Sistem IlahiahNya.
Sementara, Tuhan menyebut DiriNya sebagai “Aku” dalam pemaknaan Kalam Ilahiah yang sepenuhnya menunjukkan keEsaanNya. Seperti, kisah tentang pengusuran iblis dari surga. Atau hakikat penciptaan jin dan manusia.
Lalu, ketika malaikat pembawa pesan Ilahiah, yakni; Jibril, memberi petunjuk pada seorang nabi, sang manusia pilihan bahwa ada Dzat maha tinggi, yang tersebut sebagai kata ganti ketiga mengungkap keberadaan Tuhan, terucap sebagai; "Dia”. Seperti dalam tatanan kalimat; "Dia lah Yang Maha Pemurah."
Malaikat Jibril sebagai bagian Sistem IlahiahNya, oleh karenanya punya wewenang menyebut Tuhan dalam bentuk sebagai kata ganti ketiga seperti "Dia", "Rabb", "Allah".
Seperti ungkapan Bismillahirahmanirrrahim; "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
...keberadaan ATP itu bisa mewakili terdapatnya kuanta-kuanta energi dari satu energi besar...
Dia Yang Maha Lembut
Dalam Islam pula terdapat 99 nama baik Tuhan antara lain Allah Yang Maha Lembut (Al-Latief).
Itu ungkapan sifat Tuhan yang dahsyat, menggambarkan bahwa saat ini Tuhan tengah berada di SinggasanaNya, di 'Arsy langit tertinggi yang dipanggul oleh 70 ribu malaikat yang selalu bertasbih PadaNya, maka pada saat itu pula Tuhan dengan sifat LembutNya telah sedang berada dalam diri setiap manusia.
Dalam ilmu Biokimia itu bisa termaknai sebagai peran Adenosin Triphospate (ATP), senyawa penting pengantar energi molekuler agar manusia mampu bermetabolisme.
Sehingga, keberadaan ATP itu bisa mewakili terdapatnya kuanta-kuanta energi dari satu energi besar, yang tersemat dalam setiap makhluk hidup ciptaanNya, agar mereka bisa bermetabolisme, menjalani laku hidup sebagaimana yang telah digariskan olehNya.
Sistem Ilahiah kehidupan manusia bisa terwakili dan termaknai dari dalam sifat Al-Latief (Maha Lembut).
... keberadaan Sistem Ilahiah sangatlah hebat dan universal.
Sistem Ilahiah Dalam Pemahaman Universal
Dalam sejarah perkembangan agama monoteisme, maka pemaknaan "Kami" pun tak langsung termaknai sebagai ungkapan menyebut Tuhan Yang Esa. Namun, terjabarkan sebagai sosok-sosok yang beragam.
Seperti dalam kepercayaan Yunani kuno tentang keberadaan dewa-dewa.Juga dalam kepercayaan Hindu, maka beragam Dewa diakui, dengan tetap ada satu Dzat Maha Tinggi yang mengatur apa-apa saja yang akan dilakukan oleh para Dewa itu semua.
Dalam Hindu, maka Dzat Yang bernama Sang Hyang Widhi, beserta Sistem IlahiahNya bernama Trimurti, yakni adanya Dewa Brahma yang punya ranah Mencipta, Dewa Wisnu yang punya ranah Memelihara dan Dewa Siwa yang punya ranah Menghancurkan.
Betapa termaknai, bahwa keberadaan Sistem Ilahiah sangatlah hebat dan universal. Sejak puluhan bahkan ratusan ribu tahun lalu manusia tak pernah berhenti mengembara alam akal dan pikirannya guna memaknai keberadaan Tuhan, melalui fenomena-fenomena alam yang ada. Baik yang mampu dipikirkan oleh manusia, maupun dalam bentuk kekuatan langit, yaitu berupa petunjuk langsung oleh Tuhan, berupa Wahyu-Wahyu Ilahiah melalui SistemNya.
Berupaya memahami keberadaan Sistem Ilahiah, bisa menjadi permenungan bahwa betapa manusia di dalam bumi hanyalah setitik debu di dalam hamparan luas pasir semesta ciptaanNya, yang tertata absolut oleh Sistem IlahiahNya.
Termasuk, mengimani bahwa ilmuNya memang luar biasa. Bahkan, tinta seluas 7 samudera yang akan digunakan untuk menulis segala ilmuNya, bakal tak akan pernah cukup.
...memiliki karakter bijak, kuat, berani, patuh dan disiplin mandiri,
Haru Biru Proses Menuju Sifat Hanuman
Adalah seorang bocah laki-laki yang berbahagia bersama Neela sang ibunda, yang sering mengisahkan sosok Hanuman, sebagai kisah yang kelak menjadi bagian dari jalan kehidupan sang anak.
Hanuman, dalam kepercayaan Hindu adalah sosok inkarnasi dari dewa Shiva. Sosok yang berwujud wanara ini memiliki karakter bijak, kuat, berani, patuh dan disiplin mandiri, serta menjadi tokoh yang membantu Rama dalam melawan sosok tiran pemilik sepuluh wajah, Dasamuka, yakni Rahwana, dalam kisah epik Ramayana.
Melawan tirani, telah menjadi takdir bagi bocah lelaki sang putra Neela. Perlahan, perjalanan hidup sang bocah yang kelak saat dia dewasa mendapat nama panggilan Bobby dan mendapat julukan ‘Manusia Kera’, telah menjadi suatu proses penempaan dirinya, sepenuhnya memiliki karakter Hanuman.
...melengkapi karakter penuh kebaikan bagi siapapun mereka yang berhasil memaknainya, dengan ketulusan.
Memaknai Takdir Sebagai Anugerah
Monkey Man (2024) dibintangi sekaligus disutradarai pun naskah skenario adalah karya seorang Dev Patel aktor muda asal Inggris keturunan India, yang pernah sukses membintangi Slumdog Millionaire (2008) dan Lion (2016) yang membawanya menjadi aktor watak yang diperhitungkan oleh industri sinema kelas dunia.
Kali ini, Dev Patel berperan dalam sebuah kisah yang memiliki plot keras, brutal, melebihi Hotel Mumbai (2018) satu karya sinema berdasar kisah nyata aksi terorisme di hotel Taj Mahal Palace Mumbai India tahun 2008.
Sekilas, banyak adegan laga nan agresif berdarah-darah yang bagi pemirsa lantas membandingkan aksi si Bobby sang pelawan tirani, dengan aksi laga John Wick.
Hanya saja, Monkey Man (2024) bertutur jauh lebih dalam dibanding tetralogi John Wick.
Sentuhan makna religius yang mendalam dari kepercayaan Hinduisme, perihal jalan takdir yang membimbing si ‘Manusia Kera’ sang putra Neela dalam menempuh perjalanan hidup yang tak mudah penuh tantangan, yang senantiasa dimakna olehnya sebagai jalan hidup yang kudu ditempuh, beriring doa-doa yang tiada henti memohon perlindungan Tuhan.
Perjalanan hidup Bobby si ‘Manusia Kera’ dengan banyak sosok seperti si Macan sang promotor adu multi martial art liar, si Alfonso sang pecundang bekas pengedar narkoba, si Sita sang korban perdagangan manusia, si Ranan sang polisi korup, si Queenie sang mucikari, si Baba Shakti sang agamawan yang memelintir ajaran keyakinan menjadi alat meraih kekuasaan politik, juga si penabuh kendang penghuni candi kelompok Ardanariswara, yang melalui tatanan alunan melodi ketukan kendang dia menyemangati si ‘Manusia Kera’ bangkit dari keterpurukannya.
Semua pertemuan dengan sosok berbagai karakter manusia itu, dimaknai oleh si ‘Manusia Kera’ sebagai perjalanan takdir menuju karakter Hanuman sepenuhnya, yakni; kuat, berani, disiplin, patuh, dan bijak.
Suatu penggambaran religius yang mendalam dari satu karya sinema bergenre aksi laga bagi setiap pemirsanya, bahwa setiap pertemuan dengan sosok manusia, adalah bagian jalan hidup yang tak bisa dihindari, menjadi bagian dari cara Tuhan dalam melengkapi karakter penuh kebaikan bagi siapapun mereka yang berhasil memaknainya, dengan ketulusan.
...semacam makna bahwa sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan...
Kualitas Pesan Moral Melebihi John Wick
Lantas, dibanding dengan tetralogi aksi John Wick, maka tak ada moral kisah sedalam Monkey Man (2024). John Wick hanya sekedar dar-der-dor, brak-bruk, satu pria melawan ratusan pria tanpa luka berarti.
Sementara Monkey Man (2024), bisa memberi permenungan bagi setiap pemirsanya, bahwa usah risau ketika suatu saat bertemu dengan orang-orang yang membawa diri pada suasana, keadaan yang tak nyaman bahkan tersiksa.
Karena, itu semua bisa dimaknai sebagai jalan Tuhan dalam memberi ujian, meraih kesempurnaan manusia sebagai ciptaanNya.
Semacam purgatori kehidupan, yang bisa membimbing diri menuju perilaku pada tingkatan lebih tinggi setelah berhasil melampaui fase-fase tak nyaman.
Juga, semacam makna bahwa sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan, setelah kesulitan ada kemudahan. Bahkan Dia berfirman dua kali demi menjamin setelah kesulitan bakal ada kemudahan, bagi manusia yang bersabar.
Lalu, Monkey Man (2024) menyiratkan pesan indah pula agar setiap anak mampu memaknai arti ungkapan kisah maupun senandung yang sering terucap pun terlantun dari sang ibunda, sebagai kisaran gambaran langkah kehidupan setiap anak, kelak bakal seperti apa.
Kehadiran Tuhan Yang Maha Lembut dalam diri setiap ibunda, laksana pelita, menyiratkan makna takdir yang bakal dijalani oleh setiap ananda, dalam tatanan untuk berserah diri padaNya.
![]() |
| Poster Monkey Man (2024). Sumber-themovieclubhouse.com |
Telaga Asih, 31-Mei-2024

Komentar
Posting Komentar